• Paulus Wiratno

MEMBERKATI MUSUH

Salah satu ajaran kristiani yang masuk dalam ‘The Golden Teaching’ adalah memberkati musuh.

“Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk!” Roma 12:14. Mengapa Tuhan Yesus dan para rasul mengajarkan kita untuk mengasihi dan memberkati musuh kita atau orang yang bikin susah hidup kita?


MEMBERSIHKAN HATI

Memberkati Musuh memberisihkan hati. Saat kita bisa mendoakan apalagi memberkati orang yang selama ini memusuhi kita, sejatinya kita sedang membersihkan hati dari sakit hati, dendam dan marah yang seringkali menjadi respon otomatis ‘gigi ganti gigi, mata ganti mata’


MEREDAKAN PERMUSUHAN

Kasih meredakan permusuhan dan menghindari pertengkaran. Hanya kasih sayang yang bisa meredakan permusuhan. Seringkali jika permusuhan dibalas dengan permusuhan, itu bagaikan menyiran bensin pada rumah yang sedang mulai terbakar. Apinya tambah besar. Sedangkan kasih sayang bagaikan air yang mampu meredakan kebakaran.


KESAKSIAN HIDUP YANG MENGUBAHKAN

Mendoakan musuh bisa menjadi kesaksian hidup. Saat musuhmu tahu bawa anda mampu berbuat baik saat diperlakukan dengan tidak baik, bisa saja kebaikan anda menjadi pembelajaran bahkan titik balik bagi sang musuh. Sudah dimusuhi berkali kali malah dibalas dengan kebaikan, lama lama dia bisa memusuhi anda dan hatinya berbalik menjadi baik.


Tetangga depan kantor, hampir tidak pernah senyum setiap kali saya sapa. Entah apa yang menjadi penyebabnya. Ia tidak pernah setuju kami membangun tower radio. Ada staf kami yang pernah mendatangi rumahnya dan menunggu berjam jam, tetapi tetap tidak bersedia memberikan tanda tangan persetujuan. Namun saya terus menyapa saat berjumpa sambil memberi senyum. Puji Tuhan, setelah menunggu beberapa tahun, akhirnya ia bersikap ramah, tersenyum dan mengajak bercanda. Kasih mengalahkan kebencian.



0 views

LC Intan II. Gang IV. no 1. Denpasar-Bali 80239

081337495094

©2018 by Paulus Wiratno. Proudly created with Wix.com