• Paulus Wiratno

MEMBUANG IRI DARI DALAM HATI

Jangan pernah membiarkan rasa iri bersarang di dalam hati anda. Karena iri hati bisa berdampak negatif pada jiwa dan raga kita. Hikmat kuno mengatakan “Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang”. Jelaslah di sini bahwa rasa iri mencuri ketenagan hati, membuat tulang jadi keropos dan wajah mengerikan. Saya belum pernah lihat orang irihati senyum bahagia.


Sejumlah studi psikologis menunjukkan bahwa rasa iri terbagi menjadi dua emosi yang berbeda. Hasil penelitian dari Belanda membuktikan bahwa ada dua macam rasa iri hati; iri yang baik dan iri yang jahat. Iri yang membuat anda termotivasi atau mendorong untuk mengembangkan diri demi meraih pencapaian, ini iri yang baik. Tetapi jika anda iri dengan kelebihan orang kemudian punya niat jahat untuk mendeskriditkan orang, menjatuhkan, menggosipkan dan menebar fitnah, ini iri yang jahat. Iri semacam ini harus segera dibuang dari hati.


Rasa iri ternyata bisa membuat kita merasakan sakit secara fisik. Di tahun 2009, studi dilakukan dengan meneliti bagaimana keadaan otak seseorang yang sedang iri. Dilansir dari New York Times, hasil menunjukkan bahwa bagian otak yang merasakan sakit terangsang. Semakin kuat rasa iri, semakin kuat pula nyeri yang dirasa pada bagian korteks tersebut. Dalam kata lain, otak kita mengasosiasikan iri sebagai sakit fisik, sama besarnya dengan sakit yang dirasakan saat patah hati atau mengalami penolakan. Maka jangan kaget jika ‘iri hati bisa membungkukan tulang, merobek wajah, dan membuat dompet anda menderita.

Kitab Suci menjelaskan bahwa yang namanya iri hati adalah dosa, dan bobot dosanya sama dengan penyembahan berhala, atau mabok. Ityulah sebabnya kita harus bisa segera membuang iri dari hati ini supaya bisa menikmati semua berkat kerajaan Allah. Sudah tertulis dengan gamblang “Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat dahulu--bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.”


“Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.” Sering kali sumber dari iri hati adalah ego memntingkan diri sendiri. Ingin terkesan paling pintar, eh ternyata ada yang lebih pintar, lalu munculan irihati. INgin telihat paling cantik, ternyata ada tetangga yang lebih cantik, akhirnya gossiiiip. Selidik punya selidik, iri hati ini bisa menjadi biang kekacauan, pertengkaran bahkan bisa sampai pembunuhan. Nabi Yusuf hampir saja menjadi korban pembunuhan dari saudara saudara angkatnya, untunglah dia hanya jadi korban traficking. Coba tilik hatimu, masih adakan seberkas iri yang bersarang di dalamnya? Jujur!!!!!!!



0 views

LC Intan II. Gang IV. no 1. Denpasar-Bali 80239

081337495094

©2018 by Paulus Wiratno. Proudly created with Wix.com