• Paulus Wiratno

MEMILIH PEMIMPIN MASA DEPAN

Ada orang pintar yang pernah berkata “Leadership is the problem and leadership is the answer”. Kepemimpinan adalah masalah dan juga jawaban. Maju mundurnya sebuah perusahaan, pelayanan atau negara terletak di pundak pemimpin.


Sejarah mencatat, ketika bangsa Israel dipimpin oleh raja yang jahat, rakyat menderita negara ikut sengsara. Sebaliknya, jika pemimpinnya amanah, takut Tuhan, rakyat hidup aman dan sejahtera.


Jangan heran jika kriteria pemilihan pemimpin menurut kitab suci sedikit berbeda dengan versi jaman now. Jangan mudah terkecoh oleh penampilan, raut wajah, orasi atau koneksi.


Dalam kitab suci minimal ada dua kriteria untuk menjadi pemimpin yang berkuatlitas menurut versi sorga yaitu “Good heart and skillful hands”. Sikap hati yang baik dan tangan yang terampil. Keduanya bagaikan satu keping mata uang coin dengan dua sisi.


Bagaimana kita tahu kalau pemimpin mempunyai sikap hidup yang baik’? Mudah sekali. Sikap hidup nampak jelas dalam prilaku hidupnya. Bagaimana ia memperlakukan anak dan istri? Lihatlab waktu ia menangani emosi dan konflik. Apakah dia transparan, apa adanya dan tidak ‘plintat plintut’ dalam bicara. Pemimpin yang baik tidak bermuka dua, munafik atau memakai standar ganda.


Ingatlah bahwa ‘attitude determines altitude’. Sikap menentukan ketinggian, sama seperti pesawat terbang, saat muka pesawat mengarah ke atas, pasti pesawat sedang ‘take off’. Cara paling mudah melihat sikap seorang pemimpin, lihat saja ‘track recordnya.’ Jika ia pernah menjadi pengkhianat, wasapadalah. Jika ia pernah gagal atau dipecat, pikirkanlah. “You face your future with your past”. Anda menghadapi masa depan dengan masa lalu.


Hal kedua yang tidak kalah penting adalah ‘skillful hands’. Seorang pemimpin adalah seorang yang menguasai keterampilan dalam beberapa bidang kehidupan. Ia bijaksana dalam membangun hubungan dan menyelesaikan persoalan. Ia mampu berpikir kedepan. Pemimpin adalah seorang visioner, optimis, kreatif, inovatif dan bisa mengkomunikasikan mimpi menjadi kenyataan.


Itulah sebabnya perpaduan antara ‘sikap hati yang baik, tangan yang terampil atau mumpuni’ adalah dua kriteria yang harus ada untuk menjadi pemimpin. Orang yang NATO ‘No action talk only’ tidak layak jadi pemimpin.


Orang yang sikap hidupnya tidak baik, buruk track recordnya, tidak bisa mengelola emosi, ‘Jaim’ alias jaga image, biasanya lebih cocok jadi pemain sinetron dari pada pemimpin bangsa. Jangan lupa tentukan pilihan anda setelah berdoa. Jangan ‘anut grubyuk’ atau ‘belo melu seton’ alias ngikut pilihan orang dan tidak punya pendirian. Tentukan pilihan anda sekarang juga.



0 views

LC Intan II. Gang IV. no 1. Denpasar-Bali 80239

081337495094

©2018 by Paulus Wiratno. Proudly created with Wix.com