• Paulus Wiratno

KIAT MEMELIHARA RUMAH TANGGA

Tingginya angka perceraian di Indonesia sangat memprihatinkan. Seolah olah, cerai menjadi jalan pintas ketidak-cocokan dalam pernikahan. Padahal semua mengharakan ‘sehidup semati’ saat mengucapkan janji nikah sambil menyematkan cincin perkawinan. Lalu siapa paling bertanggung jawab atas hancurnya pernikahan? Bukan setan, bukan juga ‘pihak ketiga’ yang sering dijadikan kambing hitam. Berikut ini adalah cara mempertahankan bahtera rumah tangga di tengah panca roba hidup manusia.


MEMAHAMI TUJUAN PERNIKAHAN

Banyak yang tidak sadar bahwa ‘nikah’ itu adalah idenya Allah, bukan idenya KUA atau Gereja. Yang punya gagasan nikah adalah Allah, seperti yang tertulis salam kitab Maleakhi

Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya. Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel--juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan.


MEMAHAMI PASANGAN ANDA

Sadarilah bahwa orang yang anda nikahi itu berbeda dalam banyak hal. Bukan hanya ‘jenis kelamin’ tetapi juga pola pikir dan kebiasaan yang sudah terbentuk bertahun tahun lamanya. Tahukan Anda bawa kebutuhan pria dan wanita sudah beda dari ‘sononya’. Wanita membutuhkan ‘affection’ dan pria memerlukan ‘respect’. Hukum ‘Love and Respect’ jarang dipahami oleh pasangan yang mau memasuki pernikahan. Perbedaan ‘bahan dasar’ antara pria dan wanita memerlukan pemahaman yang serius supaya terjadi keselarasan dalam pernikahan. Gagal saling memahami sering berbuntut gagal komunikasi dan sering berbuntut perpisahan.

MEMAHAMI CARA MEMELIHARA PERNIKAHAN

Menikah itu mudah, tetapi mempertahannya yang susah jika tidak dibarengi dengan usaha. Menjaga pernikahan itu seperti merawat tanaman. Sering disiram, dipupuk dan dijaga supaya tidak ada ‘hama’ yang memakannya. Disinilah diperlukan ‘skill & art’ merawat cinta supaya tidak kedaluwarsa. Setiap musim pernikahan diperlukan penyesuaian harapan. Ada yang bilang jangan pernah mengharapkan suamimu seperti waktu umur 27 saat dia sudah mencapai 72 tahun.


MENCARI MENTOR PERNIKAHAN

Tidak ada pernikahan yang sempurna, tetapi masih banyak pernikahan bahagia. Bagaimana bisa tetap bahagia didalam kelemahan dan kekurangan? Konflik dan pertengkaran sering menjadi ‘bunganya’ pernikahan. Yang penting jangan biarkan menjadi kepahitan dan dendam. Untuk itu diperlukan ‘wasit’ yang jujur dan adil. Dialah seorang mentor yang bisa menjadi penengah sekaligus ‘pelatih’ yang bisa menolong kita menjadi lebih baik.



89 views

Recent Posts

See All

BELAJAR DARI LAYANG LAYANG

Kelihatannya sederhana namun kaya dengan makna. Hampir semua orang tahu mainan layang layang, namun tidak semua pernah memainkannya. Waktu masih kecil, itulah mainan unggulan di musim kemarau. Saya se

AKU KUAT KARENA FIRMAN

Seorang janda dengan tujuh anak mengakui betapa besar berkat yang ia terima lewat pelayanan Radio Suara Kasih Papua. "Hidup ini terasa sangat berat setelah suami saya meninggal dunia. Saya tidak tahu

LC Intan II. Gang IV. no 1. Denpasar-Bali 80239

081337495094

©2018 by Paulus Wiratno. Proudly created with Wix.com