• Paulus Wiratno

MENGALAHKAN COBAAN

Cobaan pertama yang dihadapi oleh Yesus adalah masalah ‘posisi’. Iblis berkata "Since you are God's Son, speak the word that will turn these stones into loaves of bread.” Karena Engkau adalah anak Allah, ubahlah batu batu ini menjadi roti. Yesus sedang dicobai, apakah ia akan menggunakan kekuasaan dan statusnya untuk memuaskan nafsu pribadinya?


Syukurlah IA menang atas cobaan pertama. Ia datang ke dunia meninggalkan posisi, tahta dan gemerlapnya sorga demi menyelamatkan manusia yang berdosa. Itulah sebabnya Yesus tidak tergiur dengan posisi, jabatan atau kekuasaan. 


Banyak orang tergila gila dengan posisi, karena dibalik kedudukan ada kekuasaan. Makanya tidak sedikit yang demi kedudukan rela mengorbankan apa saja termasuk nilai kehidupan dan keyakinan. Jangan kaget jika demi kuasa ada yang menghalalkan kebohongan, melenyapkan nyawa orang tak bersalah dan menukar iman dengan jabatan. 

Beberapa tahun lalu ada pejabat tinggi yang rela menukar imannya demi kenaikan pangkat.

Bagi orang ini, kedudukan adalah segala galanya. Ia lupa bahwa jabatan dan kedudukan adalah kepercayaan dan amanah dari Allah.


Mengorbankan keyakinan demi jabatan adalah tindakan fatal. Menukar yang kekal demi yang sementara adalah kebodohan. Nah, kalau ada orang berani mengorbankan ‘Tuhan’ maka ia tidak akan segan segan mengorbankan pernikahan, persahabatan demi mencapai ambisi pribadinya. Orang yang sudah gila jabatan atau kuasa sering menggunakan jargon jargon kebaikan demi rakyat atau orang banyak, namun sesungguhnya ia sedang memuaskan ego pribadi. 


Kita semua bisa menjadi korban ego dengan mengorbankan jati diri. Lalu cara bagaimana caranya supaya kita bisa kuat menghadapi cobaan yang satu ini? Kenali jati diri anda yang sesugguhnya. Yesus menang menghadapi cobaan karena DIA baru saja mendapatkan peneguhan dari sorga “Inilah anak-Ku yang kukasihi, kepada-Nya Aku berkenan’.  


Mereka yang tahu jati diri dan posisinya di dalam Tuhan, tidak akan tergila gila dengan posisi atau jabatan. Karena harga diri kita tidak tergantung dengan pangkat atau kedudukan kita.  Waspadai hati ini jika terobsesi dengan jabatan, kedudukan, kekuasaan. Bisa bisa anda mengalami depresi saat semua ambisi tidak jadi kenyataan. Ingatlah, Tuhan yang meninggikan Tuhan pula yang merendahkan. Tuhan yang mengangkat Tuhan juga yang menurunkan.


Jika Allah mempromosikan Anda untuk menduduki jabatan, karena Allah mempunyai agenda lewat hidup anda. Dibalik jabatan ada amanah yang harus kita lakukan. Menjadi berkat dan saluran kebaikan demi kesejahteraan banyak orang. Bukan untuk memperkaya diri atau menyombongkan diri. Ingatlah, kesombongan adalah awal dari kejatuhan.



117 views

Recent Posts

See All

BELAJAR DARI LAYANG LAYANG

Kelihatannya sederhana namun kaya dengan makna. Hampir semua orang tahu mainan layang layang, namun tidak semua pernah memainkannya. Waktu masih kecil, itulah mainan unggulan di musim kemarau. Saya se

AKU KUAT KARENA FIRMAN

Seorang janda dengan tujuh anak mengakui betapa besar berkat yang ia terima lewat pelayanan Radio Suara Kasih Papua. "Hidup ini terasa sangat berat setelah suami saya meninggal dunia. Saya tidak tahu

LC Intan II. Gang IV. no 1. Denpasar-Bali 80239

081337495094

©2018 by Paulus Wiratno. Proudly created with Wix.com