LC Intan II. Gang IV. no 1. Denpasar-Bali 80239

081337495094

©2018 by Paulus Wiratno. Proudly created with Wix.com

  • Paulus Wiratno

MENGAMPUNI MASA LALU


Jangan pernah mendefiniskan siapa jati diri anda berdasarkan pengalaman masa lalu. Gagal dimasa lalu tidak membuat anda selamanya jadi pecundanf. Lahir dari keluarga miskin tidak otomatis menjut hidup miskin selamanya. Besar di tengah tengah ‘broken home’ tidak membuat anda broken selamanya.

Jangan seperti Gideon, saat dijumpai malaikat Tuhan dan diberi tugas langsung mau mengindar lantaran masa lalu.


“Maaf, tuan! Kalau betul TUHAN menyertai kami, mengapa segala hal ini menimpa kami? Di manakah segala keajaiban yang pernah dilakukan TUHAN dahulu dan yang diceritakan oleh nenek moyang kami tentang bagaimana TUHAN mengeluarkan mereka dari Mesir? Sekarang TUHAN sudah meninggalkan kami dan membiarkan kami dikuasai oleh orang-orang Midian."


Fakta bahwa hidup sedang dilanda derita tidak membuat kita sengsara selamanya. Penderitaan bukan sebuah simbol bahwa Allah menjnggalkan kita. Kekurangan bukan sebuah tanda bahwa Allah tidak peduli dengan keluarga kita. Kesulitan tidak pernah menihilkan kuasa Allah. Jadi jangan pernah meragukan kasih dan kuasa-Nya disaat realita tidak seperti kehendak kita.


Seharusnya Gideon belajar dari para pendahulunya. Nenek moyang bangsa Israel pernah hidup di padang gurun selama 40 tahun. Apakah mereka dibuatkan terlantar? Tidak! Allah memberi makan mereka setiap hari dengan manna. Malam hari dilindungi oleh tiang api, siang dipayungo tiang awan. Pakain dan sandal mereka tidak pernah rusak. Bahkan air mineral dan daging burung puyuh mereka nikmati.


Jangan pernah mengijinkan masa lalu yang sulit mempersulit perjalanan anda ke masa depan. ‘Never let your past difine who you are. Let your past refine your life’. Masa depanmu tidak tergantung pada orang yang memusuhi, memfitnah atau mengkhianati anda. Masa depanmu sangat tergantung pada Allah yang penuh kasih dan setia. Ia lebih tertarik pada masa depan anda bukan pada sejarah hidup anda.

157 views