• Paulus Wiratno

MENGAPA ALLAH DIAM?

Dimanakah pertolongan Allah saat bayi Musa dihanyutkan? Mengapa surga tidak mengutus malaikat untuk menyelamatkan bayi itu, padahal ia akan menjadi pemimpin besar?


Mengapa Allah membiarkan Yusuf difitnah dan mendekam di penjara selama 13 tahun, tanpa melalui proses peradilan? Bukankah tangan Allah sanggup membela hamba-Nya yang benar dan sangat setia?


Mengapa Yesus harus mati di kayu salib, dihina dan disalahkan banyak orang? Padahal ia tidak bersalah. Sebaliknya Ia telah memberikan hidupnya bagi mereka yang tertindas, terhimpit, terbelenggu dan terhilang. Bukankah sorga memiliki kekuatan untuk mengangkatnya kembali ke asalnya tanpa harus mengalami penyaliban yang sadis dan tidak manusiawi.


Dimanakah Allah saat puluhan gedung gereja dibakar pada hati Jumat kelabu? Mengapa Ia mengijinkan ribuan hamba-Nya kehilangan rumah dan menderita di pengungsian? Mengapa Allah membiarkan puluhan ribu orang kristen di Jepang mati teraniaya di tahun 1640an, bahkan tidak sedikit yang mati demi membela imannya?


Haruskah manusia mengutuki hari kelahirannya dan menuduh Allah tidak adil? Benarkah Allah lipat tangan saat kita membuka tangan? Mengapa Ia diam saat kita semua sedang memerlukan pertolongan? Mengapa hamba-Nya yang jujur, saleh dan takut akan Allah dibiarkan menderita lepra ganas dan kehilangan semua yang dicintainya?


Ternyata jawabannya ada dalam iman kita. Musibah bukan simbol absennya Allah dalam keseharian kita. Kesulitan bukan tanda ketidak-pedulian-Nya. Aniaya dan tekanan adalah bagian proses pendewasaan iman. Ingatlah bahwa pencobaan yang kita alami itu biasa dan tidak melebihi kekuatan kita. Janji-Nya, Ia akaj memberi jalan keluar. Dan ketika tabah menyelesaikan bagian kita, maka hikmat akan

menjadi ganjarannya.





136 views

Recent Posts

See All

BELAJAR DARI LAYANG LAYANG

Kelihatannya sederhana namun kaya dengan makna. Hampir semua orang tahu mainan layang layang, namun tidak semua pernah memainkannya. Waktu masih kecil, itulah mainan unggulan di musim kemarau. Saya se

AKU KUAT KARENA FIRMAN

Seorang janda dengan tujuh anak mengakui betapa besar berkat yang ia terima lewat pelayanan Radio Suara Kasih Papua. "Hidup ini terasa sangat berat setelah suami saya meninggal dunia. Saya tidak tahu

LC Intan II. Gang IV. no 1. Denpasar-Bali 80239

081337495094

©2018 by Paulus Wiratno. Proudly created with Wix.com