• Paulus Wiratno

MENGENALI PENGKHIANAT DI SEKITAR ANDA


Seorang pengkhianat selalu memiliki agenda pribadi. Untuk itu ia tega memanfaatkan hubungan persahabatan atau pertemanan demi mendapatkan keuntungan pribadi. Ia sering mengatakan sesuatu yang manis dari mulutnya, tetapi hatinya berkata lain.

Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.


MANIS DIMULUT LAIN DI HATI

“Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?" Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.

Ucapan Yudas tidak selaras dengan hatinya. Ucapan bernada memberi tetapi hati ingin mencari keuntungan. Lidah penuh pujian tetapi dibelakang memaki dan menjelekan. Tatapan mata penuh simpati dan perhatian tetapi tangan ingun mengeruk keuntungan. Itulah salah satu ciri pengkhianat.


CIUMAN MEMATIKAN

Yudas tega mencium setelah menjual Yesus. Sebuah kontradiksi hati yang nampak sudah biasa. Bibir mengatakan ‘sayang’ tetapi hati berkata ‘sialan’. Seorang pengkhianat tidak bisa membedakan antara ciuman dan tikaman, yang penting mendapatkan uang. Selama ini ia masuk dalam golongan 12 murid Yesus. Setiap hari mendengarkan pengajaran, menyaksikan keajaiban tetapi sikap hidup tidak ada perubahan. Yang ada hanya satu hal, keserakahan yang bersembunyi di hati.


PENYESALAN TANPA PERTOBATAN

Yudas memang menyesal, tetapi itu hanya di mulut. Hatinya tidak bertobat. Seharusnya ia datang kepada Yesus minta ampun atas dosa mencuri dan keserakahan yang selama ini ada dalam hidupnya. Bukan mendatangi para imam dan mengembalikan uang tiga puluh keping perak. Penyesalan tanpa pertobatan adalah tindakan ‘bunuh diri’ pelan pelan. Makanya jangan kaget kalau Yudas menggantung diri dan mengakhiri hidupnya dengan cara yang mengenaskan.


Kepada tuan Yudas Iskariot, tahukah anda mengapa sampai hari ini belum ada nama baptisan “Yudas Iskariot”? Mengapa di dunia ini ada banyak nama Yohanes, Petrus, Filipus, Matius. Tetapi nama anda belum pernah terbaca di KTP, SIM, PASPOR atau surat keterangaN lahir?


Ternyata pengkhianatan anda kepada guru anda merupakan tragedi kehidupan yang menakutkan. Anda tega menjual junjungan anda hanya demi ambisi sesaat yang memalukan. Mohon maaf tuan Yudas, nama Anda sering disebut dengan konotasi negatif. Minggu minggu ini jutaan orang menyebut nama anda dengan nada marah dan penuh penyesalan. Namun sayang nasi sudah jadi bubur. ‘Amit amit jabang bayi’ semoga tidak ada pembaca yang meniru kelakuan anda. Jangan jadi pengkhianat iman!

0 views

LC Intan II. Gang IV. no 1. Denpasar-Bali 80239

081337495094

©2018 by Paulus Wiratno. Proudly created with Wix.com