• Paulus Wiratno

MENGENANG OPA DEVIN

Baru saja mendarat di Bandara Internasional LAX, ada yang mengirim status ‘Opa Devin dipanggil Tuhan” Tiba tiba semua ‘memori’ bersama mantan dosen itu langsung teraktivasi. Bagaikan video yang direview, semua kenangan indah yang pernah kuterima dari kehidupan ‘Opa’ kembali diputar.

Awalnya aku tidak tahu nama lengkap ‘Londo’ yang kerap pakai nama lengkap R.M Devin. Terkadang dia berkelakar sambil memperkenalkan namanya sebelum khotbah ‘Nama saya Raden Mas Devin’. Belakangan baru tahu bahwa R. M adalah singkatan dari Ralph Morris. Opa Devin adalah sosok utusan injil yang tegas, pekerja keras, dan mencintai penggilan hidupnya.


Ia adalah salah satu dosen favoritku saat berada di STT SATI tahun 1985 sanpai 1988. Selain duduk di kelas mendengarkan mata pelajaran ‘Homiletika’ dan ‘Penggembalaan’, kenangan manis yang tidak pernah aku lupakan adalah setiap dipanggil kantornya dan menerima amplop putih berisi uang saku ‘10.000 rupiah’. Sebagai mahasiswa miskin penerima beasiswa kerja, uang 10.000 sangat bernilai waktu itu. Bisa makan Cwi Mie seharga 300 rupiah dan menikmati ‘menjes’ bersama teman teman.


Opa Devin mengajariku ‘down to earth’, ia tidak takut kotor, dan tidak ‘jaim’. Betapa kaget melihat hamba-Nya bersarung tangan membersihkan jamban asrama wanita yang tersumbat. Tidak ada rasa jijik atau risih saat membersihkan masalah saluran pembuangan menuju ‘septik tank’. Sambil ikut membantu, otaku berkecamuk ‘bule satu ini hebat sekali, ia tidak takut tangannya kotor’


Kenangan indah yang sulit dilupakan adalah saat ia mengijinkan kami ‘pacaran di rumahnya’ sambil diamati dan dinashati. Benar benar ‘karunia ilahi’ saat beliau berkenan memberkati pernikahan kami di CWS Gedung Kenanga. Beliau juga yang memberikan nasheta Firman Allah setelah pemberkatan. Sebuah anugerah yang luar biasa.


Satu lagi kenangan yang selalu ada di hati. Satu hari Opa Devin mengirim surat, saat kami sedang menggembalakan sidang di GSJA Banyumanik-Semarang. Isi suratnya kami harus ke segera mengurus pasport dan siap siap dikirim ke APTS Filipina. Sungguh sebuah kehormatan dan anugerah yang luar biasa.

We proud of you Opa Devin. Siapa saya hari ini, karena investasi hidup yang pernah opa berikan. Kami yidak akan pernah melupakan semua kebaikan opa. Selamat berjumpa dengan Bapa di sorga. You have finished well. Sampai jumpa di sorga mulia.



0 views

LC Intan II. Gang IV. no 1. Denpasar-Bali 80239

081337495094

©2018 by Paulus Wiratno. Proudly created with Wix.com