LC Intan II. Gang IV. no 1. Denpasar-Bali 80239

081337495094

©2018 by Paulus Wiratno. Proudly created with Wix.com

  • Paulus Wiratno

MENOLAK MAUT

Updated: 4 days ago

Umat Israel diperintahkan untuk segera menyembelih domba dan mengoleskan darah domba di ambang pintu rumah sebelum matahari terbenam. Jika tidak melakukan, anak sulung dan binatang yang lahir pertama akan ikut mati. Situasi sangat genting karena sebelumnya banyak kejadian yang aneh dan menakutkan, air sungai yang bersih tiba tiba menjadi darah. Serbuan binatang yang mengerikan meraja lela di seluruh negeri Mesir. Ada yang bilang itu adalah petaka, bencana ada pula yang mengatakan ‘tulah’ atau kutukan dari Tuhan.


Malam itu para ayah mengumpulkan seluruh anggota keluarga, anak istri dan semua yang tinggal di rumah untuk mengadakan doa memohon keselamatan dari ancaman kematian, sambil makan roti yang tidak beragi. Berbahagialah para ayah yang tidak lupa mengoleskan darah di ambang pintu rumahnya. Malam itu mereka bisa bersyukur karena melaikat maut melewati rumah mereka.

Sungguh memilukan suasana malam itu, ada kematian masal yang terjadi pada keluarga yang tidak tahu tentang ‘kekuatan darah’. Terlebih lagi pada keluarga bangsa Mesir yang tidak mendengar perintah nabi Musa. Suara tangisan terdengar dimana mana, termasuk di dalam istana Firaun. Rasa takut, sedih, duka mencekam melingkupi hati setiap manusia.


Di tengah ratapan dan tangisan, ada tangan tangan yang terangkat sambil menaikan doa syukur. Mereka ini adalah keluarga yang barus saja menyaksikan pertolongan perlindungan Allah melalui ‘darah’ yang dioleskan di ambang pintu. Berbahagialah mereka yang mendengar dan melakukan firman Allah.


Suasana mencekam, duka dan cemas sedang menyelimuti negeri China, Korea, Italia, Singapura dan Indonesia. Bahkan di Australia kemarin siang, warga menyerbu pusat pembelanjaan untuk membeli masker, sembako dan toilet paper. Mereka panik karena ancaman virus Corona yang mematikan.

Haruskah kita yang percaya kepada kuasa darah Yesus ikut panik, cemas sampai lupa kuasa Tuhan? Tahukah anda bahwa saat merasakan kepanikan berlebihan kita sedang membuang Tuhan dari kehidupan? Bukankah Yesus pernah berjanji bahwa Ia akan menyertai umat-Nya sampai kesudahan jaman? Bukankah kitab suci pernah mengajarkan bahwa ada kuasa kesembuhan dan perlindungan di dalam darah anak Domba?


Jangan ikut ikutan panik dan takut berlebihan. Sebagai orang percaya, sebaiknya kita tetap berjaga jaga sambil berdoa dan mengaktifkan iman kita. Percayalah bahwa Tuhan masih berkuasa mengontrol sejarah umat manusia. Allah mengerti, Allah peduli segala pergumulan yang kita hadapi. Lakukan yang terbaik yangbisa kita lakukan, sisanya kita serahkan kepada Tuhan. Dan jangan pernah mengambil keuntungan di tengah kesulitan. Kalau bisa justru memberi pertolongan untuk mereka yang perlu ditolong.





117 views