LC Intan II. Gang IV. no 1. Denpasar-Bali 80239

081337495094

©2018 by Paulus Wiratno. Proudly created with Wix.com

  • Paulus Wiratno

MENJADI PENIRU ALLAH

Salah satu perintah dari Rasl Paulus adalah menjadi peniru Allah, ‘be the imitator of God’. Nasehat ini menjadi sangat penting di tengah tengah kemerosotan moral yang sering melibatkan tokoh tokoh agama.


Terkadang manusia menjadi kecewa jika panutan rohaninya jatuh dalam dosa. Berapa banyak umat yang mengalami penyesatan gara gara mengidolakan panutan mereka yang dianggap mumpuni, pintar atau suci. Ujung ujungnya penipuan berkedok agama atau keyakinan. 


"Therefore be imitators of God as dear children. And walk in love, as Christ also has loved us and given Himself for us, an offering and a sacrifice to God for a sweet-smelling aroma.’  


Alkitab dengan tegas meminta kepada kita semua untuk menjadi peniru perniru Allah. Bukan penyembah Allah atau pelayan Allah. Karena bisa saja anda datang menyembah Allah setiap minggu tetapi kehidupannya jauh dari ‘karakter ilahi’. Atau rajin melayani Allah, bahkan menjadi ‘hamba Allah’ tetapi kelakuan bertolak belakang dengan firman Allah. 


Apa artinya menjadi peniru atau ‘imitator Allah?  Menjadi ‘penjiplak’ atau peniru karakter ilahi, berarti kita meneladani watak Allah dan diterapkan dalam prilaku kita setiap hari. Allah itu kasih, itulah sebabnya umat-Nya harus hidup di dalam kasih. Allah itu sabar, itulh sebabnya kita harus menjadi orang yang sabar. Kasih itu artinya mau berkorban, maka kita yang menyebut diri pengikut Kristus harus bersedia berkorban. 


Allangkah hebatnya pengaruh kekristenan jika setiap pengikut Yesus benar benar menjadi ‘imitator of Christ’. Untuk memenangkan dunia ini tidak perlu KKR, Seminar, Crusade atau Youth Rally. Jika setiap orang percaya hidup dalam kebenaran dan memiliki karakter ilahi, dengan sendirinya kita akan menjadi ‘garam dan terang dunia’.   Mengapa kekristenan yang sudah 2000 tahun masih belum bisa memenangkan dunia ini? Karena kita hanya menjadi kristen pada ‘hari Minggu’ sisanya kita hanya kristen di ‘mulut; tetapi tidak dlam prilaku. saatnya mengevaluasi diri. Sudahkan aku menjadi peniru peniru Allah.



33 views