LC Intan II. Gang IV. no 1. Denpasar-Bali 80239

081337495094

©2018 by Paulus Wiratno. Proudly created with Wix.com

  • Paulus Wiratno

MERAJUT CINTA YANG TERKOYAK

Pertemuan dengan tukang jahit di Mall Ambassador lantai 1 itu bukan sebuah kebetulan. Maksud hati hanya ingin memotong celana yang kepanjangan, namun pertemuan itu berubah menjadi diskusi masalah rumah tangga. Begitu asyiknya percakapan sampai lupa dengan waktu.


Tukang jahit itu sudah lama tidak pulang ke rumah padahal isterinya baru melahirkan dan tinggalnya di kota Bekasi. Sejenak aku mencium aroma kurang sedap dalam hubungan pernikahannya. Sambil menjahit celana warna hitam, ia mulai menceritakan kondisi pernikahannya yang hancur berantakan. Aku berikan awasan kepadanya "Sampeyan jangan sampai menjadi bang Toyib seri dua, usahakan pulang dan memperbaiki pernikahan yang sedang di ujung perceraian. Anak anak masih kecil dan perlu kehadiran seorang ayah. Jangan sampai sampeyan menyesal di hari tua."


Tiba tiba ia berhenti, sembari menghapus air mata yang mengalir di pipi sebelah kiri. Tanpa sengaja aku mengutip kata bijak "pak, jatuh cinta itu mudah, tetapi jatuh cinta berkali kali pada orang yang sama dalam waktu yang lama itu tidak mudah. Diperlukan kesetiaan, pengorbanan dan komitmen." "Benar sekali pak, kata kata bapak itu sangat mengena. Terima kasih untuk nasehatnya. Sepertihya aku mengenal suara bapak. Aku juga pernah mendengar bapak mengucapkan kalimat itu di radio Prestasi FM. Mohon maaf, siapa nama bapak?" Ia balik bertanya.


Dengan bersalaman akupun memperkenalkan nama "Paulus Wiratno". Suasana menjadi semakin hangat. Tiba tiba aku diserang dengan pertanyaan dari tiga tukang jahit yang lain yang ikut mendengarkan percakapan kami. "Pak, kami semua malu dengan kasusnya bang Toyib, bagaimana caranya menjaga pernikahan supaya langgeng dan bahagia"


Akupun segera mengeluarkan jurus "Sepuluh Hukum Nikah Bahagia". Pertama, jangan pernah mendompleng kebahagiaan dari pasangan Anda. Pernikahan bahagia terdiri dari dua orang yang sudah bahagia. Kedua, jangan pernah berusaha mengubah orang yang Anda nikahi. Satu satunya orang yang bisa Anda kuasai adalah diri Anda sendiri. Semakin menuntut perubahan, semakin banyak kecewa. Perubahan harus dimulai dari diri sendiri. Ketiga, jangan pernah menyimpan kepahitan. Orang yang menyimpan kepahitan itu orang bodoh. "Itulah saya pak" kata tukang jahit yang mengusap airmata.


Ruang kerja itu berubah menjadi seminar kilat. Kelima penjahit berhenti bekerja dan mengalihkan posisi tubuhnya ke arah tempat duduk saya. Beberapa pelanggan dan pedagang sebelah juga ikut nguping. Tidak terasa, sudah hampir satu jam, dan masih di poin nomer tiga. Seorang pelanggan nyeletuk, "lalu yang ke empat apa pak?" Akupun memakai kesempatan untuk mempromosikan "untuk poin yang ke empat sampai sepuluh baca saja bukunya nanti atau download aplikasi Making Life Better" Semua tertawa sambil bercanda.

Sungguh luar biasa, kemanapun kita pergi selalu ada kesempatan untuk berbagi firman dengan siapa saja tanpa memandang agama dan status sosial. Itulah sebabnya aku sangat berbahagia menjadi hamba-Nya. Ada sukacita tersendiri saat bisa berbagi dengan mereka yang haus akan kebenaran sejati. Doaku, semoga firman itu akan menjadi pewahyuan. Mencerahkan hati para tukang jahit. Selama 11 tahun mereka bekerja menjahit, merombak, dan memperbaiki pakaian, tetapi mereka lupa menjahit cintanya yang sudah koyak untuk rumah tangganya. Sayang seribu kali sayang.


87 views