• Paulus Wiratno

PANTEKOSTA DI BIBIR SAJA

“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." KPR 1:8

Kata kuasa dalam bahasa Yunani adalah dunamis yang artinya dimampukan atau to be able to achieve.  Kuasa Roh diberikan supaya para murid dimampukan untuk menjadi saksi. Bukan hanya sekedar ‘berbahsa roh’. Kata saksi atau witness dalam bahasa asli adalah ‘seorang yang memiliki informasi dan pengetahuan untuk memberikan terang.  Jadi kuasa itu diberikan dengan maksud yang sangat jelas, untuk menjadi saksi bukan untuk asesori rohani.


Kuasa Roh Kudus adalah ‘enabling spirit’ yang memampukan orang menjadi saksi Kristus yang efektif dan produktif. Sama seperti rasul Petrus, setelah dipenuhi Roh dia dimampukan menyampaiakan khotbah dengan semangat dan keberanian yang diluar kemampuannya. Hasil khotbahnya nyata, 3000 orang bertobah dan dibaptis.


Bukan hanya keberanian dan kejelasan dalam penyampaian informasi, para rasul juga dimampukan untuk membuktikan kuasa Yesus melalui miracle performance. Banyak mujizat yang terjadi di tengah tengah mereka yang membuat jumlah orang percaya jumlahnya bertambah setiap hari.  Dalam catatan Kisah Para Rasul, ada berbagai macam jenis keajaiban mulai dari kesembuhan ilahi, hikmat marifat hingga keberanian untuk bertaruh nyawa menjadi martir bagi Injil.


Mari kita renungkan,  untuk apa doa ‘pentakosta’? Untuk apa minta dibatis Roh Kudus? Untuk apa berbahasa Roh? Semua itu bermuaa pada satu tujuan, menjadi martir atau menjadi saksi Yesus yang efektif dan produktif. Jika anda mengaku orang yang penuh dengan ‘kuasa Roh Allah’ tetapi tidak pernah bersaksi atau tidak pernah memenangkan jiwa bagi Yesus, saya berhak mempertanyakan ucapan anda. 


Jangan bangga karena berbahasa roh, berbanggalah jika kuasa itu telah menbuat kita bisa melayani Tuhan dengan efektif. Jangan pernah berpikir bahwa bisa berbahsa roh berarti sudah lebih rohani dari yang lain.  Kuasa itu diberikan bukan untuk menjadi asesori rohani tetapi untuk memampukan kita melakukan perintah Tuhan Yesus, menjadi terang dan garam bagi dunia ini.


Perhatikan perjalanan dan akhir hidup para murid. Mereka menghabiskan waktu hidup untuk pergi memberitakan Injil dan kebanyakan menjadi suhada atau martir. Darah mereka adalah saksi keberanian mereka melakukan amanat agung. Maka mereka yang mengaku sudah dipenuhi oleh Roh Kudus seharusnya tidak bisa tinggal diam hanya menjadi jemaat, duduk manis di dalam gereja. Mereka harusnya punya gairah dan semangat untuk keluar dari rumah atau gereja dan bersaksi pada mereka yang masih terhilang. Bahaimana dengan anda? Jangan hanya menjadi ‘Pentakosta di bibir saja’



0 views

LC Intan II. Gang IV. no 1. Denpasar-Bali 80239

081337495094

©2018 by Paulus Wiratno. Proudly created with Wix.com