LC Intan II. Gang IV. no 1. Denpasar-Bali 80239

081337495094

©2018 by Paulus Wiratno. Proudly created with Wix.com

  • Paulus Wiratno

PENENTU KEBAHAGIAAN PERNIKAHAN


Setelah meneliti lebih dari 50.000 pasangan yang telah menikah, akhirnya tersimpulkan bahwa tingkat kebahagiaan pernikahan sangat berkorelasi dengan 5 hal yang sangat penting. Dalam buku "Couple Checkup", David Olson PH.D dan Amy Olson membandingkan pasangan yang bahagia dan pasangan yang tidak atau kurang bahagia. Adapun kelima hal penentu kebahagiaan pernikahan adalah sebagai berikut.


GAYA BERKOMUNIKASI

Gaya berkomunikasi antar suami dan iseri menempati urutan pertama penentu kebahagiaan pernikahan. Seorang suami yang pasif dan cenderung diam demi menggindari konflik, nampaknya baik dari sisi niat, tetapi sangat mengganggu kelancaran komunikasi. Sebaliknya isteri yang agresif, dominan dan suka menguasai pembicaraan, juga bisa membuat komunikasi berat sebelah. Untuk itu mereka berdua perlu belajar gaya yang lebih baik dan menciptakan rasa menang untuk keduanya.


TINGKAT KEDEKATAN

Couple closeness atau kedekatan antar pasangan menempati urutan kedua. Pasangan yang bahagia sering meluangkan waktu bersama, ada kedekatan secara emosi. Mereka telah menetapkan hubungan sebagai 'top priority'


TINGKAT FLEKSIBILITAS

Keluwesan seseorang untuk beradaptasi dengan perubahan menempati urutan ketiga. Pasangan bahagia tidak bermasalah bertukar peran dan berbagi tanggung jawab. Mereka juga tidak kaku dalam menyikapi perubahan.


KECOCOKAN PERSONALITAS

Pasangan yang bahagia tidak pernah merasa terancam dengan perbedaan kepribadian dan temperamen pasangan. Mereka saling menyukai kepribadian masing masing dan tidak memaksakan untuk menjadi seperti 'kesukaannya'. Masing masing sadar "kutahu aku takan bisa menjadi seperti yang kau minta...." Kata Crisye


PENYELESAIAN KONFLIK

Cara menyelesaikan konflik dalam rumah tangga sangat menentukan tingkat kebahagiaan dalam pernikahan. Pasangan bahagia menghargai perbedaan pandangan, bicara tentang sumber konflik dan berusaha menyelesaikan. Saat bertengkar, yang mereka serang adalah masalahnya bukan orangnya. Keterbukaan dan memprioritaskan hubungan meski ada perbedaan adalah nilai yang harus dipegang oleh masing masing pasangan. Jangan lari dari konflik atau minggat seperti bang Toyib.


Ada pembelajaran berharga yang aku dapatkan dari buku ini. Semoga ulasan singkat ini bisa menjadi pencerahan. Untuk lebih jelasnya ikut program Making Life Better. Jangan lupa download aplikasinya.

144 views