• Paulus Wiratno

PENYEBAB UTAMA PERTENGKARAN


Menurut hasil penelitian terhadap 50.000 pasangan, sumber konflik yang sering terijadi dalam pernikahan ternyata bukan uang, hubungan seks, mertua, perbedaan latar belakang atau keyakinan. Akar setiap pertengkaran adalah saat 'hubungan menjadi nomer dua'. "An argument is always about what has been made more important than relationship". Biasanya hubungan akan terlantar gara gara suami atau isteri mengejar harta, tahta, permata atau nama. Di sinilah 'hubungan, akan menjadi nomer dua.


Pada dasarnya setiap pria atau wanita memiliki 'pushed botton', atau tombol ketersinggungan yang menyangkut emosi atau rasa. Seorang pria akan menjadi marah saat dirinya merasa tidak dihargai atau merasa tidak berguna. Ketika seorang pria mendapat pesan 'kamu itu lelaki tidak berguna, dasar pecundang' atau 'I don't respect who you are and what you do'. Di sinilah perang terbuka akan segera dimulai.


Serorang wanita akan menjadi panas hati saat merasa dirinya tidak diperhatikan dan tidak dicintai. Jika seorang isteri menerima pesan dari prilaku suami seperti 'I don't care about you' atau 'You are unlovable' maka self worth wanita akan meronta dan menuntut pembelaan. Kemarahan pun tidak bisa dihindari. Di sinilah api konflik akan mulai membakar hubungan.


Dalam buku 'Love and Respect' jelas tertulis bahwa sudah dari 'sononya', kebuthan utama wanita dan pria itu memang berbeda. Wanita diciptakan untuk dicintai bukan untuk dimengeri. Sedangkan pria adalah makluk yang selalu pingin dihargai. Ketika masing masing keperluan tidak dipenuhi, konflik akan terjadi.


Untuk itu, Anda dan saya (kita semua) mesti belajar lagi dari Yakobus. "Dari manakah asalnya segala perkelahian dan pertengkaran di antaramu? Bukankah itu berasal dari keinginan-keinginanmu yang terus saja berperang di dalam dirimu untuk mendapatkan kesenangan dunia! Kalian ingin, tetapi tidak mendapat, maka kalian mau membunuh! Kalian bersemangat, tetapi tidak mencapai apa yang kalian cari, maka kalian bertengkar dan berkelahi. Kalian tidak mendapat apa-apa, sebab kalian tidak minta kepada Allah.


Memenuhi kebutuhan pasangan merupakan kiat yang paling mujarab untuk mencegah konflik. Jika Anda suami yang normal, pasti Anda pernah gagal dalam hal ini. Khilaf, lupa atau tidak sengaja tidak sanggup memenuhi kebutuhan pasangan. Namun tidak berarti tidak bisa. Mari kita coba lagi, jangan menyerah dengan kekurangan dan keadaan. Bukankah kita sudah berjanji di depan altar untuk saling membahagiakan, memenuhi kebutuhan, mencintai dan memelihara pasangan sampai maut memisahkan kita?


Terkadang persoalannya karena beda bahasa cinta. Untuk itu perlu belajar Lima Bahasa Cinta dari Garry Chapman. Buku itu akan memberi pertolongan untuk setiap orang tua mengenali gaya bahasa cinta masing masing anggota keluarga yang berbeda. Sudah saatnya duduk merenung dan bertanya pada diri sendiri. "Adakah setuatu yang telah aku jadikan nomer satu dalam hidupku sehingga hubungan penikahan terlantar dan cenderung tidak diurus?" Mari kita jujur, karena kejujuran adalah awal dari pemulihan. Akupun belajar jujur dalam ini...

392 views

Recent Posts

See All

BELAJAR DARI LAYANG LAYANG

Kelihatannya sederhana namun kaya dengan makna. Hampir semua orang tahu mainan layang layang, namun tidak semua pernah memainkannya. Waktu masih kecil, itulah mainan unggulan di musim kemarau. Saya se

AKU KUAT KARENA FIRMAN

Seorang janda dengan tujuh anak mengakui betapa besar berkat yang ia terima lewat pelayanan Radio Suara Kasih Papua. "Hidup ini terasa sangat berat setelah suami saya meninggal dunia. Saya tidak tahu

LC Intan II. Gang IV. no 1. Denpasar-Bali 80239

081337495094

©2018 by Paulus Wiratno. Proudly created with Wix.com