• Paulus Wiratno

PENYESALAN BERUJUNG MAUT

Yudas menyesal tetapi tidak bertobat. Akibatnya ia dikejar kejar oleh rasa kecewa karena ambisinya tidak terlaksana. Hasil akhirnya adalah maut di tiang gantungan. Yudas menyesal namun tidak bertobat. 

Dalam bahasa inggris, kata menyesal adalah ‘remorse’ sedangkan bertobat adalah ‘repent’.


Menyesal bahasa Yunaninya adalah metemelḗthēn yang artinya  "changing one's mind or purpose after having done something regrettable” mengubah pikiran setelah melakukan sesuatu yang disesali. Sebaliknya, kata bertobat atau repent bahasa asilanya adalah metanoé, artinya “change the mind accompanied by true change of heart toward God” Bertobat adalah penyesalan yang diiukti oleh perubahan hati dan pikiran serta prilaku. 


Menyesal lebih berakitan dengan ‘hasil perbuatan dosa’ sedangkan bertobat lebih berkaitan dengan dosa itu sendiri. Melihat hasil penjualan ’30 keping perak’ yang membuat Yesus disalibkan, Yudas menyesal dan mengembalikan uang itu kepada para imam Yahudi. Yudas menyesal dan menggantung diri karena telah menjual gurunya. 


Seharusnya ia pergi menemui Yesus dan bertobat atas dosa serakah yang selama ini sudah menyelinap di dalam hatinya. Seandainya Yudas datang kepada Yesus dan bertobat, cerita hidupnya bisa berbeda. Mungkin saja ia bisa seperti Simon Petrus yang dikemudian hari dipakai oleh Tuhan menjadi rasul yang luar biasa. 


Pelajaran rohani bagi kita semua, menyesal saja tidak cukup saat kita melihat buah dosa dan kesalahan kita.  Sebaiknya penyesalan langsung diikuti dengan pertobatan. Kita tahu bahwa apa yang kita lakukan itu buah dari pikiran yang salah, untuk itu kita harus mengubah cara berpikir yang salah dengan yang benar. Zakeus adalah contoh yang baik dalam hal ini. Ketika ia menyadari kesalahannya, ia langsung mengubah pikiran dan prilaku.  


Penyesalan tanpa pertobatan hanya akan menimbulkan rasa bersalah atau ‘guilty’. Jika tidak dibarengi dengan memohon pengampunan dosa, rasa bersalah itu akan menyiksa hati kita. Rasa bersalah yang dibiarkan menumpuk di dalam jiwa bisa membuat nurani tumpul atau gangguan kesehatan.


 Maka jangan kaget kalau Yesus pernah didatangi oleh orang yang sakit dan Ia berkata “Hai anaku, dosamu sudah diampuni”  dan seketika itu penyakitnya langsung sembuh. Yesus tidak mengambil minyak urapan dan menumpangkan tangan. Ia cukup mengampuni dosa dan kuasa-Nya menyembuhkan penyakit.

 

Jika anda menderita penyakit bertahun tahun dan sudah kesana kemari berobat namun belum sembuh, sudah saatnya datang kepada Allah. Akui semua dosa dan rasa bersalah. Maka Allah yang maha kasih dan penyayang akan memberi pengampunan. Pengampunan itu menyembuhkan, memulihkan dan memberi kekuatan serta harapan yang baru. Berotbatlah sekarang! Jangan ditunda tunda. Sekaranglah waktunya.


 "Bertobatlah dari dosa-dosamu. Dan hendaklah kalian masing-masing dibaptiskan atas nama Yesus Kristus, supaya dosa-dosamu diampuni. Maka Saudara-saudara akan menerima hadiah Roh Allah dari Allah"



93 views

LC Intan II. Gang IV. no 1. Denpasar-Bali 80239

081337495094

©2018 by Paulus Wiratno. Proudly created with Wix.com