LC Intan II. Gang IV. no 1. Denpasar-Bali 80239

081337495094

©2018 by Paulus Wiratno. Proudly created with Wix.com

  • Paulus Wiratno

RAHASIA KEBERHASILAN HIDUP


Siapa yang menyangka jika ada seorang jongos bisa menjadi bos. Tanpa melalui sekolah menejemen ia bisa menjadi mejer operasi sebuah penjara. Masa kecilnua penuh dengan pelecehan, ancaman, dan penolakan, namun akhir hidupnya cemerlang. Masa hidupnya menjadi berkat bagi sebuah bangsa dan bisa menjadi saluran untuk melahirkan sebuah bangsa. Ia mengakhiri hidupnya dengan sangat baik, finishing strong. Bahkan kisah hidupnya menjadi berkat bagi jutaan umat lintas bangsa agama dan generasi.


Salah satu rahasia keberhasilan Yusuf diabadikan dalam nama anaknya yang kedua-Efraim. Arti kata Efraim adalah “God has prospered me in the land of my sorrow." Tuhan telah membuat aku berhasil di tengah penderitaan. Sungguh luar biasa. Yusuf mengakui jika keberhasilannya semata mata karena Allah. Bukan karena kepandaian atau kecakapannya. Bukan juga karena ‘good luck’.


Perhatikan baik baik, kesadaran Yusuf bahwa keberhasilannya dalam menjalani hidup tidak terletak pada orang yang memfitnah, melecehkan, melupakan atau merendahkan dia. Keberhasilan hidup ada di tangan Allah.

Alkitab menulis dengan jelas bahwa apa saja yang dilakukan di rumah Potifar menjadi berhasil karena “God is with him”. Demikian juga keberhasilannya menjadi menejer operasional penjara juga karena Allah menyertai Yusuf.


Jadi benar sekali kesimpulannya bahwa ‘Allah telah membuatnya berhasil, dihargai oleh raja dan manusia. Makanya jangan takut dengan fitnah, gosip, kesulitan agau bahkan penderitaan. Semua itu hanyalah sebagai alat promosi untuk mendapatkan pencapaian sesuai dengan rencana Allah. Hidup kita tidak bergantung pada orang yang memusuhi kita atau memfitnah kita. Masa depan tidar bergantung pada orang yang mengusir atau memecat kita, tetapi tergantung pada Allah sumber kehidupan kita.


Pada akhirnya kita semua belajar bahwa sukses dan berkat Tuhan datang dari Allah, susah payah tidak menambahinya. Ini tidak berarti kita hanya berpangku tangan dan mengaharapkan keajaiban. Kita harus tetap melakukan bagian kita dengan sebaik baiknya, nanti sisanya tergantung pada kasih dan anugerah-Nya. Do your best and God will do the rest.

121 views