• Paulus Wiratno

RASA HORMAT DAN KEAJAIBAN DALAM HIDUP

Gagal memahami membuat orang salah mengerti. Orang yang salah mengerti seringkali tidak bisa mengormati yang berujung tidak menyukai dan menolak. Siapa yang dirugikan? Orang yang gagal paham, yang tidak mengormati.


Itulah yang terjadi dengan Tuhan Yesus. Teman teman sekampungnya tidak percaya akan kelebihannya sebagai rabi yang bijaksana dan penuh kuasa. Akibatnya, tidak banyak mujizat dan keajaiban yang terjadi di kampung halamannya sendiri. Sayang sekali.


“Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, dan saudara dari Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Ya, saudara-saudara perempuan-Nya pun ada tinggal di sini juga." Karena itu mereka menolak Dia.”


Atmsofir penolakan dan absennya rasa hormat sulit menhadirkan mujizat. Jika kedua sikap ini menyelinap di hati, anda akan mengalami kesulitan menyembah Tuhan. Ibadah jadi sebuah rutinitas dan legalitas. Dari luar terlihat ‘khusuk’ tetapi dalam hati bau busuk. Muka mengkilat bagai rupa malaikat tetapi perkataan dan kelakuan mengingkari kebenaran. Kasihan...


Wasapadai hati ini jika ada benih tidak hormat terhadap Tuhan dan firmannya. Jangan sampai hidup terasa hampa, pelayanan menjadi terpaksa dan dosa menguasai jiwa. Sadarilah bertapa pentingnya menaruh sikap hormat kepada Allah dalam segala situasi. Bukan hanya waktu berada dalam gereja tetapi dalam kehidupan sehari hari. Rasa hormat mendatangkan rasa kagum, kekaguman melahirkan hati yang menyembah dan melayani.





0 views

LC Intan II. Gang IV. no 1. Denpasar-Bali 80239

081337495094

©2018 by Paulus Wiratno. Proudly created with Wix.com