• Paulus Wiratno

RESEP BERSUKACITA DARI PENJARA

Seorang narapidana pernah menulis resep hidup bersukacita. Kedengaranya aneh tetapi hasilnya nyata. Apa yang ditulis bukan sekedar teori tetapi hasil pengalaman yang sudah teruji oleh waktu. Konon resep ini sudah berumur dua ribu tahun lamanya namun masih berlaku sampai hari ini. Sudah banyak yang mempraktekan dan mendapatkan manfaatnya. Penjelasan berikut ini akan menolong kita semua hidup dalam sukacita setiap hari.


MERAYAKAN ALLAH DALAM KESEHARIAN

Mereka yang menyadari bahwa hidup adalah anugerah ilahi tidak akan kesulitan mensyukuri semua kenyataan hidup. Saat harapan tidak sesuai kenyataan, ia masih bisa mengangkat tangan dan berakata “Tuhan turut bekerja sama dalam segala perkara...” Jangan heran jika pujian selalu mengalir dari mulutnya, bukan penyesalan atau persungutan. Kesadaran akan hadirat Allah dalam kehidupan membuat manusia mudah merayakan kebaikan Allah. “Celebrate God all day, every day. I mean, revel in him!”


BERSATU DENGAN TUHAN

“Semoga kalian selalu bergembira karena kalian sudah hidup bersatu dengan Tuhan. Sekali lagi saya berkata: bergembiralah!” Sumber sukacita berasal dari faktor internal, yaitu bersatu dengan Tuhan. Apa yang terjadi saat manusia menyatukan hati dengan Yang Maha Hadir? Hadiratnya akan selalu menyertai kita. Dalam hadirat-Nya ada damai dan sukacita. Bagi mereka yang bisa merasakan penyertaan Tuhan, akan merasakan sukacita meski sedang diijinkan menderita.


MEMPERBANYAK KEBAIKAN

Berbuat baik itu seperti menabur benih jagung di tanah yang subur. Suatu saat akan memanen kebaikan. Menabur satu kilo, bisa panen ratusan kilo. Maka jangan heran jika ada orang baik diberkati. Jangan iri melihat orang yang gemar memberi dilimpahi rejeki. Karena ini hukum dari sorga “Ada orang suka memberi, tapi bertambah kaya, ada yang suka menghemat, tapi bertambah miskin papa. Orang yang banyak memberi akan berkelimpahan, orang yang suka menolong akan ditolong juga.”


MEMBUANG RASA KHAWATIR

Pencuri sukacita adalah rasa khawatir yang sering menyelinap dalam hati. Meski keluhihatan sepele atau ringan, memegang pencil selama satu tahun bisa melumpuhkan tangan. Membiarkan rasa cemas bisa merusak raga dan keyakinan. Siapa yang bersedia memberi kamar dan mengijinkan pencuri tinggal dirumahnya? Membiarkan khawatir bersarang di dada sama dengan membiarkan perampok ngkost di rumah anda. Sebuah kebodohan! Segera lakukan yang satu ini.

“Janganlah khawatir mengenai apa pun. Dalam segala hal, berdoalah dan ajukanlah permintaanmu kepada Allah. Apa yang kalian perlukan, beritahukanlah itu selalu kepada Allah dengan mengucap terima kasih.”


Nasehat dari dalam penjara ini sangat manjur dan terbukti. kalau tidak percaya cobalah, praktekan dalam hidup anda sehari hari dan rasakan khasiatnya. Anda tidak perlu konsultasi dokter atau ke apotik membeli obat tidur. Sudah jutaan orang mendapat manfaat dari resep ini termasuk yang menulis renungan ini. Selamat mencoba.



0 views

LC Intan II. Gang IV. no 1. Denpasar-Bali 80239

081337495094

©2018 by Paulus Wiratno. Proudly created with Wix.com