• Paulus Wiratno

RUMAH TERAKHIR

Tidak banyak yang memikirkan akhir kehidupannya. Padahal bagaimana kita mengakhiri itu jauh lebih penting daripada bagaimana memulai. Kemenangan seorang pelari marathon tidak semata mata ditentukan oleh garis start tetapi garis finish. Banyak yang memulai dengan sangat baik, tetapi mengakhiri dengan sangat buruk.


Seorang hamba Allah memulai pelayanan dengan sangat baik. Banyak prestasi pelayanan yang mengagumkan. Di masa mudanya ia pernah menjadi pemimpin yang dipuji puji. Namun sayang setelah dia mati ‘boroknya’ yang selama ini tersembunyi dengan rapi mulai tercium oleh pengagumnya. Ternyata selama 15 tahun ia punya selingkuhan sampai punya anak. Mengakhiri dengan memalukan. Ini bukan dongeng tetapi kejadian beneran.


Untuk itu ikutilah nasehat Steven Covey “ Always begin with the end in mind”. Selalu memulai dengan mimikirkan akhir. Bagaimana kita mau mengakhiri pernikahan kita? Seperti apa akhir pelayanan kita? Bagaimana kita mau mengakhiri hidup ini? Beranikah kita mengucapkan kalimat ini diakhir perjalanan hidup? “aku telah mengakhiri pertandingan dengan baik”


Belajarlah dari pohon pisang. Ia mati setelah berbuah. Saat sudah mati, tubuhnya masih bermanfaat. Bukan hanya itu, di sampingnya ada banyak anak pisang yang bermunculan. Mengakhiri dengan baik. Mari kita mengakhiri dengan setia, bangga san tawa sebelum peti kemarian mengantarkan kita ke alam bakTidak banyak yang memikirkan akhir kehidupannya. Padahal bagaimana kita mengakhiri itu jauh lebih penting daripada bagaimana memulai. Kemenangan seorang pelari maraton tidak semata mata ditentukan oleh gatis start tetapi gatis finish. Banyak yang memulai dengan sangat baik, tetapi mengakhiri dengan sangat buruk.


Seorang hamba Allah memulai pelayanan dengan sangat baik. Banyak prestasi pelayanan yang mengagumkan. Di masa mudanya ia pernah menjadi pemimpin yang dipuji puji. Namun sayang setelah dia mati ‘boroknya’ yang selama inj tersembunyi mulai tercium oleh pengagumnya. Ternyata selama 15 tahun ia punya selingkuhan sampai punya anak. Mengakhiri dengan memalukan. Ini bukan dongeng tetapi kejadian beneran.


Untuk itu ikutilah nasehat Steven Covey “ Always begin with the end in mine”. Selalu memulai dengan mimikirkan akhir. Bagaimana kita mau mengakhiri pernikahan kita? Seperti apa akhir pelayanan kita? Bagaimana kita mau mengakhiri hidup ini? Beranikah kita mengucapkan kalimat ini diakhir perjalanan hidup? “aku telah mengakhiri pertandingan dengan baik”


Belajarlah dari pohon pisang. Ia mati setelah berbuah. Saat sudah mati, tubuhnya masih bermanfaat. Bukan hanya itu, di sampingnya ada banyak anak pisang yang bermunculan. Mengakhiri dengan baik. Mari kita mengakhiri dengan setia, bangga san tawa sebelum peti kemarian mengantarkan kita ke alam baka.





164 views

Recent Posts

See All

BELAJAR DARI LAYANG LAYANG

Kelihatannya sederhana namun kaya dengan makna. Hampir semua orang tahu mainan layang layang, namun tidak semua pernah memainkannya. Waktu masih kecil, itulah mainan unggulan di musim kemarau. Saya se

AKU KUAT KARENA FIRMAN

Seorang janda dengan tujuh anak mengakui betapa besar berkat yang ia terima lewat pelayanan Radio Suara Kasih Papua. "Hidup ini terasa sangat berat setelah suami saya meninggal dunia. Saya tidak tahu

LC Intan II. Gang IV. no 1. Denpasar-Bali 80239

081337495094

©2018 by Paulus Wiratno. Proudly created with Wix.com