• Paulus Wiratno

SABTU PAGI BERSAMA KEVI

Tahun depan Kevi William akan merayakan ulang tahunnya yang ke 90. Saat ini ia tinggal di rumah jompo menanti ‘waktu Tuhan’. Meski duduk di kursi roda namun raut wajah tetap ceria. Itulah sosok pengusaha sukses dan cinta Tuhan di masa tuanya. Bertemu Kevi kemarin pagi memberiku banyak inspirasi. Salah satu ucapannya yang membuatku merenung sepanjang malam adalah ‘Paulus, I wished I can do more’.

Kevi adalah sosok pria pekerja keras, pantang menyerah dan mulai dari titik nol. Hasil kerja kerasnya dalam bidang retail bisa ditemukan di berbagai kota. Satu hal yang paling menonjol dari kebaikan Kevi adalah kegemarannya menopang pekerjaan misi. Ia menyisihkan pendapatannya untuk menolong anak yatim dan menopang para hamba Tuhan pemberita Injil.

Ada kerinduan dalam hatinya untuk bisa berbuat lebih banyak, memberi lebih banyak, berkarya bagi Allah lebih banyak. ‘I wish I can do more’. Dibalik ucapannya tersembunyi gairah untuk menolong dan melayani Allah. Namun sayang umur dan kondisi kesehatan tidak bersahabat keinginannya. Kevi tahu bahwa, makna hidup ditemukan melalui memberi bukan dengan mengumpulkan.

Sorot matanya berbinar saat aku bercerita tentang jiwa jiwa yang diseamatkan lewat pelayanan radio, anak yatim yang menemukan masa depan dan cerita bedah gereja. Hatinya bersuka dan langsung berkata, ‘apa yang bisa saya lakukan untuk pelayananmu’.

Belajar dari Kevi Williams, orang yang tahu panggilan hidupnya, selalu rindu melakukan kebaikan. Karena untuk itulah manusia diciptakan dan dilahirkan kembali. “Kita adalah ciptaan Allah, dan melalui Kristus Yesus, Allah membentuk kita supaya kita melakukan hal-hal yang baik yang sudah dipersiapkan-Nya untuk kita.” I wish I can do more




0 views

LC Intan II. Gang IV. no 1. Denpasar-Bali 80239

081337495094

©2018 by Paulus Wiratno. Proudly created with Wix.com