LC Intan II. Gang IV. no 1. Denpasar-Bali 80239

081337495094

©2018 by Paulus Wiratno. Proudly created with Wix.com

  • Paulus Wiratno

SEMUA BAU TERASI

Updated: Oct 28, 2019

Kasihan sekali nasib kakek Charles, kemarin dia jadi korban kenakalan kedua cucunya. Hana dan Arif memang tergolong kelewat batas. Mereka mengajak kakeknya main petak umpet dirumahnya. Tentu saja kakek mengukuti kemauan mereka, karena keduanya adalah cucu kesayangan. Selama satu jam mereka bermain petak umpet sambil menunggu kedua orang tua pulang dari kondangan.


Setelah satu jam bermain, kakek merasa letih. Ia tertidur di sofa depan TV. Melihat kakek tertidur pulas, kedua cucu memgambil sambel terasi dari atas meja makan dan mengoleskan di kumis sang kakek. Dengan harapan kakek akan segera bangun dan besedia bermain lagi. Namanya juga anak anak, gurauannya sering diluar batas.


Kakek terbangun dan langsung ke kamar mandi. Keluar dari pintu kamar mandi ia mengatakan “Kamar mandinya bau terasi” maka dimarahilah kedua pembantunya. Tidak lama kemudian ia duduk di ruang tamu “ruang tamu juga bau terasi”. Untuk mencari udara segar ia keluar duduk di taman. Ternyata taman bunga yang indah juga bau terasi.


Saat anak dan menantunya kembali dari kondangan, ia langsung marah marah. “Mengurus rumah saja tidak becus. Apa gunanya punya dua pembantu kalau rumah bau terasi.” Mendengar kemarahan sang kakek, Hana langsung berbisik kepada mamanya “tadi saya dengan kakak mengoleskan sambel terasi di kumis kakek”. Maka spontan ibu Hana tertawa “bapak, bukan rumah yang kotor dan bau terasi, tetapi tadi cucu kesayangan kakek mengoleskan sambel terasi di kumis kakek, makanya semua bau terasi.” Kakekpun ikut tertawa dan mencubit pipi kedua cucunya.


Jangan terlalu cepat menghakimi atau menilai orang lain. Terkadang bukan mereka yang “berbau jahat” tetapi di dalam diri Anda masih melekat kejahatan. Dimata orang jahat, semua terlihat jahat. Dimata orang munafik, semua kelihatan munafik. Sayang sekali ‘pasir diseberang lautan masih terlihat sedangkan balok di depan mata tidak terlihat.



53 views