• Paulus Wiratno

SETIA DIMASA SULIT

Kemarau panjang telah membuat rakyat Israel hidup sengsara. Banyak ternak mati dan rakyat Israel menderita kelaparan hebat. Bayangkan saja hidup di Timur Tengah yang panas tanpa hujan tiga setengah tahun. Di tengah kemarau panjang dan kesulitan hidup, ada orang orang yang dipelihara oleh Allah. Mereka adalah nabi Elia dan seorang janda anak satu yang hidup di Sarfat. Kisah hidup mereka tertulis dalam kitab suci supaya kita semua bisa belajar ketaatan ditengah kesulitan.


Hidup dalam ketaatan memang sering membuat kita kehilangan rasa nyaman. Nabi Elia mentaati perintah Tuhan. Dengan penuh keberanian ia menyampaikan nubuatan tentang kemarau panjang yang akan melanda Israel, sebagai hukuman ata pemurtadan yang dilakukan oleh Raja Ahab dan Izebel istrinya. Setelah menyampaikan pesan dari Allah, sang nabi harus berjalan kaki ke arah timur, hidup sendiri di tepi sungai Kerit.


Seandainya Nabi Elia tahu bahwa buah dari ketaatan menyampaikan berita kepada raja akan membuat dirinya diisolir di sungai Kerit, masihkah bersedia menyampaiakan pesan ilahi kepada raja? Jika Tuhan menyuruh anda melakukan sesuatu, dan hasilnya adalah kesulitan bagi diri anda apakah anda tetap akan melakukannya? Di sinilah ‘nilai dari ketaatan’ itu sedang diuji.


Saya tidak tahu bahwa keataan saat menjalani tugas menjadi pemimpin sebuah sekolah alkitab di Ambon akan diwarnai dengan kisah ‘derita’ karena kerusuhan yang berbau SARA pada tahun 2000. Seandainya saya tahu bahwa tahun 2000 akan terjadi kerusuhan yang menelan ribuan nyawa, saya tidak akan menerima tawaran yang datang pada tahun 1996.


Namun ternyata dibalik ‘kesulitan’ selalu ada ‘kesempatan’ yang Tuhan siapkan untuk mereka yang taat menjalankan kehendak-Nya. Jika kemarau panjang adalah kehendak Tuhan bagi Ahab dan rakyat Israel yang mulai murtad, maka Tuhan sudah punya rencana untuk mereka yang setia hidup dalam rencana-Nya. Berbahagialah Nabi Elia yang taat, sehingga bisa merasakan pemeliharaan Allah meski hidup dalam kesullitan.


Bagi Elia, sungai kerit adalah simbol kesulitan, namun bagi Allah sungai kerit adalah tempat pembentukan. Karena di sanalah mujizat pemeliharaan dirasakan. Di sanalah kasih karunia Allah selalu baru setiap hari bagi hamba-Nya yang taat dan setia. Darimanakah datangnya daging dan roti yang dibawa oleh burung gagak? Elia tidak tahu, dan dia juga tidak bertanya tanya.


Sampai kapan wabah Covid-19 akan menimpa kita? Tidak ada yang tahu. Apakah anda dan saya akan terka virus corona? Saya juga tidak tahu. Bgaimana nasib keluarga saya dan anak anak saya di masa depan, pak Jokowi tidak tahu. Tetapi ada yang saya ketahui dengan pasti, “Allahku sanggup memenuhi degala keperluanmu menurut kekayaan kemuliaan-Nya’’. Yesus peduli dengan situasi dan keadan anda saat ini. Maka lipatlah tanganmu, tutup matamu dan datanglah kepada-Nya sekarang. Sekarang.



121 views

LC Intan II. Gang IV. no 1. Denpasar-Bali 80239

081337495094

©2018 by Paulus Wiratno. Proudly created with Wix.com