• Paulus Wiratno

MENGHADAPI PERGUMULAN HIDUP

Segala sesuatu ada waktunya. Ada waktu tertawa dan ada waktu meneteskan airmata. Ada waktu menghadapi kemenangan, ada pula saatnya menghadapi kekalahan. Keduanya diijinkan lewat dalam hidup kita. Yang terpenting adalah bagaimana sikap kita saat diijinkan melalui panca roba kehidupan.  

Ketrampilan kita engelola sikap akan menentukan kualitas hidup dalam menghadapai perubahan suasana. 


Untuk itu kita harus belajar dari kebenaran Firman Allah yang berkata “Segala sesuatu akan menjadi indah pada waktunya”.  Jika kita mengetahui bahwa Allah turut bekerja sama untuk mendatangkan kebaikan bahi kita yang mengasihinya, hati ini jangan dibiarkan gelisah dan mengembara dalam tanda tanya “Mengapa semua ini menimpa hidup saya?” Kegagalan menterjemahkan kenyataan dengan kebenaran bisa membuat manusia mengambil jalan pintas yang membawa celaka.


Mari kita belajar dsri raja Daud. Saat ia dikhianati oleh Absalom anak kandunganya, ditinggalkan oleh penasehat dan kawan dekatnya. Saat ribuah tentara membolet dan berubah loyalitas. Nyawanya sediri terancam dibunuh. Keluarga musuh lamanya mengutuki dan melempari batu serta mengucapkan kalimat yang menyakitkan “Bagimu tidak ada lagi pertolongan dari Allah.”


Bukan hanya itu, Daud harus siap siap kehilangan tahta, harta dan nama baik. Ia harus meninggalkan istana, berjalan kaki mencari tempat persembunyian. Saat  paling sulit yang pernah dihadapinya. Puncak pergumuan Daud dirangkum dalam kalimat ini. “Ya TUHAN, betapa banyaknya lawanku! Banyak orang yang bangkit menyerang aku;  banyak orang yang berkata tentang aku: "Baginya tidak ada pertolongan dari pada Allah." 


Dalam situasi tersulit itulah Daud membuat keputusan yang tepat. Ia datang kepada Tuhan dengan keyakinan yang kuat. “Tetapi Engkau, TUHAN, adalah perisai yang melindungi aku, Engkaulah kemuliaanku dan yang mengangkat kepalaku. Dengan nyaring aku berseru kepada TUHAN, dan Ia menjawab aku dari gunung-Nya yang kudus.” 


Saat semua orang menghakiminya, dan semua mata melihat dia dalam kesulitan, raja Daud tidak membiarkan kata orang mendekte keputusan hatinya. Ia tidak membalas kejahatan dan kutukan mereka. Namun Ia langsung menggunakan keyakinannya untuk datang kepada Allah-Nya yang selama ini ia kenal sebagai tempat perlindungan dan batu karang keselamatan. 


Inilah yang harus kita lakukan dalam kehidupan, dalam kesulitan dan pergumulan. Belajarlah melihat betapa besar kuasa Allah, bukan betapa besar persoalan. Fokus hati kita bukan lagi kepada orang yang memusuhi tetapi Allah yang mengasihi Anda.


 Ingatlah bahwa kasih Allah itu jauh lebih besar dari pada kebencian dari musuh Anda.  Kasih dan kuasa Allah jauh lebih kuat dari pada seribu musuh yang melontarkan ancaman, kutukan atau ejekan.  Maka janga heran jika Daud menuliskan Mazmur yang sangat indah ini.


 “Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu. Engkau hanya menontonnya dengan matamu sendiri dan melihat pembalasan terhadap orang-orang fasik. Sebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat perteduhanmu, malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu;  sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu.”


Inilah saatnya untuk mengubah fokus hidup. Arahkan padangan anda kepada Allah bukan pada masalah. Ucapkan kata kata firman yang menguatkan dan jangan mendengar kata kata ejekan yang melemahkan. Nyanyikan lagu lagu pujian yang memuliakan, bukan syair syair yang membuat anda meneteskan air mata. Angkat hati dan imanmu kepada Allah. Rasakan damai sejahyera yang melampui segala akal memerintah hidup Anda. 


“Dengan nyaring aku berseru kepada TUHAN, dan Ia menjawab aku dari gunung-Nya yang kudus. Aku membaringkan diri, lalu tidur; aku bangun, sebab TUHAN menopang aku! Aku tidak takut kepada puluhan ribu orang yang siap mengepung aku.”



0 views

LC Intan II. Gang IV. no 1. Denpasar-Bali 80239

081337495094

©2018 by Paulus Wiratno. Proudly created with Wix.com