LC Intan II. Gang IV. no 1. Denpasar-Bali 80239

081337495094

©2018 by Paulus Wiratno. Proudly created with Wix.com

  • Paulus Wiratno

KUASA DALAM SUKACITA

Updated: May 20, 2019

"People who are very happy, especially those who are very happy in the Lord, are not apt either to give offense or to take offense. Their minds are so sweetly occupied with higher things, that they are not easily distracted by the little troubles which naturally arise among such imperfect creatures as we are. Joy in the Lord is the cure for all discord.” (Spurgeon)


Ketika hati  sedang bersukacita, ego  tidak mudah tersinggung oleh prilaku orang lain. Rasa sukacita membuat kita mudah bersyukur dan gampang merasakan hadirat Tuhan dalam hati. Itulah sebabnya sukacita memberikan kekuatan ekstra untuk melawan segala macam sindiran, fitnah, goship dan bentuk ejekan.


Sebaliknya saat hati sedang kecewa, manusia mudah tersinggung dan rasa terancam. Raja Saul hatinya terluka gara gara mendengar nyanyian para wanita “Daud membunuh berlaksa laksa, Saul membunuh beribu ribu…” Ia tersinggung dan terbakar hatinya. Sejak saat itu ia menghabiskan waktunya untuk melenyapkan nyawa orang yang dianggap akan merebut tahtanya. 


Bukan tanpa alasan rasul Paulus mengajar kita semua untuk selalu bersukacita. Dalam sukacita ada kekauatan untuk menghadapi kesulitan. Ia memngingt saat berada dalam penjara dengan rekan sekerja yang bernama Silas.  Mereka berdua menyanyikan lagu pujian saat kaki dan tangan terbelenggu di dalam penjara yang mengerikan. Namun pujian dari hati mereka justru menghadirkan kuasa sorga yang mengejutkan mereka. 


"Kira-kira tengah malam Paulus dan Silas sedang berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah. Orang-orang tahanan yang lainnya pun sedang mendengarkan mereka menyanyi. Tiba-tiba terjadi gempa bumi yang hebat sekali, sampai pondasi penjara itu pun turut bergoncang. Semua pintu penjara terbuka dan rantai-rantai yang membelenggu semua orang tahanan pun terlepas…”


Sukacita yang sejati berasal dari dalam hati. Ia tidak mengenal rantai belenggu atau sel penjara. Itulah sebabnya meskipun kaki terbelenggu, hati Paulus dan Silas masih bisa memuji Allah. Karena hati yang bersukacita bisa melahirkan pujian dan penyembahan yang berkuasa. Buktinya, belenggu itu diputuskan dan pintu penjara bisa terbuka. Dasyat. 

Bukanlah sebuah kebetulan atau sekedar himbauan saat rasul Paulus mengatakan “Bersukacitalah, sekali lagi ku katakan, bersukacitalah…”


Sebuah ajakan yang sangat beguna bagi mereka yang ingin kuat menghadapi kesulitan, tabah menghadapi musibah, dan  mampu memuji saat hati sedang teruji. Pejamkan mata, ingatlah kebenaran firman-Nya dan biarkan Allah melimpahi hati dengan sukacita dari sorga. 




79 views