LC Intan II. Gang IV. no 1. Denpasar-Bali 80239

081337495094

©2018 by Paulus Wiratno. Proudly created with Wix.com

  • Paulus Wiratno

SUKACITA MEMBERI

Mereka yang paham apa artinya anugerah ilahi, akan bersukacita saat berbagi. Kermurahan hati adalah produk penghayatan kasih karunia. Sama seperti Bapa sorgawi yang selalu memberi, mereka yang mengaku sebagai ‘anak anak Allah’ seharusnya tidak takut dalam hal memberi. Namun sayang tidak semua orang percaya sampai di titik ini.


MEMBERI ADALAH MASALAH SIKAP

Memberi adalah ‘sikap hati’yang tidak ada hubungannya dengan kaya atau miskin. Waduh....! Yang benar pak, mana buktinya? Lihatlah jemaat di Makedonia yang dipuji oleh rasul Paulus. “Saudara-saudara, kami hendak memberitahukan kepada kamu tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat-jemaat di Makedonia. Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan.”


MEMBERI DENGAN SUKACITA

Kemurahan hati membuat orang memberi dengan sukacita bukan terpaksa. Mereka tahu bahwa memberkati pekerjaan Tuhan itu seperti investasi untuk kerajaan Allah. Meski hasilnya tidak langsung kelihatan dan bisa dirasakan, namun bisa dipastikan akan dinikmati sekarang dan dalam kekekalan. Saat kita memberi, kita sedang menjadi perpanjanhan tangan sorga. Itulah sebabnya Allah selalu membekati mereka yang murah hati. Allah yang Maha Memberi pasti senang dengan umat-Nya yang gemar memberi. Jangan lupa Yesus pernah berpesan “Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.”


MEMBERI DENGAN MOTIVASI YANG BENAR

Jika motif memberi adalah untuk ‘mengekapresikan’ anugerah ilahi, dan tidak ada agenda untuk ‘meninggikan’ diri atau mencuri kemuliaan ilahi, maka kemurahan hati akan diganjar dengan sukacita sorga yang tidak bisa dibayar dengan uang. Kata ‘memberi’ dalam konteks ini adalah ἁπλότης haplótēs yang artinya “faithful benevolence out of proper motivation” atau kebaikan yang didasari oleh motivasi yang benar. Jangan heran jika Yesus pernah berkata “Lebih berbahagia memberi daripada menerima...”

MEMBERI SEBAGAI HAK ISTIMEWA

Rasul Paulus sangat kagum dengan jiwa memberi jemaat Makedonia, meski mereka dalam penderitaan dan kekurangan, namun mereka ‘ngeyel’ ingin memberi demi meringankan penderitaan jemaat di Yerusalem yang sedang mengalami kelaparan. Bagi mereka yang memahami anugerah ilahi, memberi adalah sebuah gaya hidup, bukan kewajiban. Memberi adalah hobi atau kesenangan bukan keharusan yang dipaksakan. Mereka sadar, semua datangnya dari Tuhan, oleh Tuhan dan untuk kemuliaan nama Tuhan. Kemiskinan tidak boleh dijadikan alasan untuk tidak memberi.



58 views