• Paulus Wiratno

SUKACITA PERNIKAHAN

Dia sudah bilang pada bundanya  "Ibu, jangan menyuruh Aku. Belum sampai waktunya Aku menyatakan diri." Dengan tegas ia mengatakan “This isn't my time. Don't push me."  Artinya, waktu Yesus untuk melaksanakan tugas memberitakan kabar kerajaan dan melakukan keajaiban belum dumulai. Semua sudah terjadwal dari sorga. 


Namun setelah melihat ‘urgency’ dan ‘event’ yang ada di depan mata, Ia harus melakukan sesuatu.  Yesus diundang menghadiri pernikahan, dan Ia tahu, pernikahan adalah institusi pertama yang direncanakan dan dibangun oleh Allah sendiri.  Sebelum ada KUA, Catatan Sipil, negara dan gereja, Allah lebih dahulu membangun keluarga. Itulah sebabnya  persoalan dalam pernikahan harus segera dibereskan. Karena pernikahan didesain untuk visi mulia dari sorga. Allah memiliki kepentingan melalui pernikahan Anda. 


Mujizat pertama adalah mengubah air menjadi anggur. Apa artinya? Dalam budaya rabinic Yahudi, anggur adalah simbol ‘joy’ atau sukacita.  Pernikahan dimaksudkan sebagai bahtera penuh sukacita. Karena ‘tidak baik manusia hidup seorang diri’. Allah itu kasih dan kasih itu perlu obyek.  Berbagi kasih mendatangkan sukacita. Namun jika sukacita sudah sirna, hilanglah semua asa.  Kehabisan air anggur bisa mendatangkan ‘goship’ yang bisa dibawa sampai mati. Meski jadwal belum tiba, akhirnya Yesus memerintahkan para pelayan untuk mengisi tempayan dengan air.  Mujizatpun terjadi, demi menyelamatkan muka mempelai dan masa depan pernikahan mereka.


Keajaibanpun terjadi. Semua hadirin dibuat terkejut  termasuk kepala bagian konsumsi. Biasanya anggur terbaik disajikan diawal pesta, namun kali ini justru sebaliknya, menjelang akhir pesta baru mendapatakan air anggur yang terbaik. Wow... surprise. Yesus sedang mengajarkan sesuatu yang beda dengan tradisi. Manisnya pernikahan tidak hanya terjadi di bulan madu. Juka anda mengundang Yesus dalam pernikahan anda, sampai akhirpuj masih bisa menikmati indahnya pernikahan. Ajaib bukan?


Lalu bagaimana caranya supaya bisa menikmati kehidupan pernikahan seperti pasangan di desa Kanna? Undang Yesus dalam kehidupan anda, bukan hanya dalam pesta perkawinan, tetapi dalam pernikahan. Kedua, lakukan apa yang Yesus katakan. Sama seperti perintah Maria kepada para pelayan “Whatever he tells you, do it." Apapun yang Ia katakan, lakukanlah. Jangan hanya mendengar, membaca atau menyelidiki. Lakukanlah setiap perintah-Nya, dan nikmatilah sukacita pernikahan Anda. 



157 views

LC Intan II. Gang IV. no 1. Denpasar-Bali 80239

081337495094

©2018 by Paulus Wiratno. Proudly created with Wix.com