LC Intan II. Gang IV. no 1. Denpasar-Bali 80239

081337495094

©2018 by Paulus Wiratno. Proudly created with Wix.com

  • Paulus Wiratno

TIPUAN DALAM PELAYANAN

Updated: Feb 8, 2019


Pelayanan itu rawan penyimpangan. Kasus penipuan dalam pelayanan seperti dalam film layar lebar yang berjudul “The Leap of Faith”, sangat layak dan perlu di tonton oleh para pelayan Injil. Seorang penginjil terkenal tega ‘merekayasa’ kesembuhan ilahi demi mengelabuhi umat. Ada adegan ‘kesembuhan palsu’ yang menciptakan kegaguman yang berujung pada pengumpulan uang.


Kasus semacam ini bukan sesuatu yang baru. Pada jaman gereja mula mula sudah ada ‘pengnjil’ yang memberitakan Kabar Baik karena kepentingan diri sendiri, keserakahan, kompetisi dan untuk mendongkrak harga diri. Rasul Paulus pernah mengatakan dan mengingatkan umat tentang hal ini.


Ada orang yang memberitakan Kristus karena dengki dan perselisihan, tetapi ada pula yang memberitakan-Nya dengan maksud baik. Mereka ini memberitakan Kristus karena kasih, sebab mereka tahu, bahwa aku ada di sini untuk membela Injil, tetapi yang lain karena kepentingan sendiri dan dengan maksud yang tidak ikhlas, sangkanya dengan demikian mereka memperberat bebanku dalam penjara. Fil. 1:15-17


Mari kita waspadai motivasi hati, karena motivasi sering kali menentukan cara untuk mencapai hasil. Kalau motivasinya adalah uang, maka fokus pelayanan bukan lagi domba yang tersesat tetapi ‘domba yang lezat’. Jangan kaget jika ada yang berani menjual ‘minyak urapan’ atau ‘Sapu Tangan Keajaiban’ seharga 350 dolar. Sungguh memprihatinkan, dan memalukan.


Kalau motivasi salah bisa saja akhirnya membenarkan apa yang salah. Padahal cara yang salah bisa memperburuk dan mematikan kesaksian. Melayani karena iri hati bisa menjerumuskan diri. Mereka yang tidak siap melihat kelebihan orang lain, akan mengalami sulit tidur bahkan stres saat melihat atau mendengar ada pelayan yang berhasil. Kesukaan orang ini adalah suka gosip, dan cari kesalahan sesama pelayan injil. Waspadai hatimu.


Ada yang menganggap pelayanan sebagai medan kompetisi demi mendongkrak harga diri. “Paul knew that some preached because they wanted to “surpass” Paul in ministry, and to promote their own name and place above Paul’s”. Sungguh memprihatinkan jika ada yang menggunakan pelayanan sebagai ajang ‘lomba ketangkasan’. Kelompok ini tidak segan segan promosikan diri dengan semboyan ‘biarlah Ia semakin direndahkan dan namaku semakin ditinggikan’. Terkadang demi poplaritas mereka menciptakan pelayanan yang serba ‘spektakuler’. Pernah mendengar ada pelayan yang bisa menghadirkan urapan serbuk emas, baptis ngambang, njungkir dalam roh, dan lainnya.


Firman Tuhan jelas dan gamblang, bahwa setiap pekerjaan akan diuji kemurniannya. Jangan sampai gara gara mengejar popularitas atau keuntungan pribadi akhirnya nama kita justru dihapus dari buku kehidupan. Waktu sampai di sorga Anda di deportasi gara gara nama tidak dikenal. Mari kita belajar....

251 views1 comment