• Paulus Wiratno

HIDUP TANPA CINTA

Updated: Mar 30

Tragedi hidup yang akan disesali oleh banyak orang percaya adalah kehilangan kasih sayang. Sering kali kita lupa mengejar yang utama hanya demi mencari yang kurang penting. Kita mengesampingkan yang bernilai kekal, gara gara terlalu berfokus pada yang fana. Ibadah dipenuhi dengan segala macaprogram, namun kehadiran kita tidak pernah dirasakan oleh komunitas sekeliling kita.


Ada yang belajar bertahun tahun menguasai berbagai bahasa. Fasih dalam mengucapkan kata kata. Bahkan bisa bercakap cakap dengan makluk sorga. Namun sayang dalam dunia nyata hidupnya penuh dengan kebencian. Kemanapun ia pergi selalu meninggalkan bekas rasa benci. Setiap kali bicara membuat orang merasa sesak dada. Selidik punya selidik, ternyata orang ini tidak menyadari kata kata sang rasul “Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.”


Ada pula yang mengaku hamba Allah, dalam pelayanannya senang mempertontonkan ‘tanda tanda ajaib’. Sangking gandrungnya dengan mujizat sampai ada yang berani ‘merekayasa’ keajaiban sorga dengan tipu muslihat manusia. Kalau tidak percaya lihatlah film yang berjudul “Leap of Faith”. Malayani tanpa kasih bisa berakibat fatal. Dia belum pernah mendengar suara penolakan dari sorga yang berbunyi seperti ini.


Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"


Menjadi orang beriman dan bisa memindahkan gunung dengan doa adalah prestasi yang bisa memukau mata. Ada pula yang punya tingkat rohani yang sangat tinggi hingga bisa bolak balik naik ke sorga. Sungguh mengagumkan. Namun jika kehebatan iman tidak diterjemahkan dalam perbuatan kasih sayang, tidak ada gunanya sama sekali; “dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.”


Ini yang paling mengherankan. Ada orang yang tida tiba menjadi dermawan. Padahal dulu di kampung terkenal sebagai orang paling pelit. Selidik punya selidik, Pak Harun sedang nyalon untuk jadi nggota DPRD. Begitu berambisi sampai ia keliling desa membagi bantuan untuk membangun jalan, mengunjungi panti asuhan berbagi rejeki. Anehnya, saat dirinya tidak terpilih, dia menggugat warga dan meminta kembali bantuan yang pernah dikucurkannya. Anda bisa memberi tanpa kasih, namun tidak mungkin anda mengasihi tanpa memberi.


Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku. Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.


Saatnya kita merenung dan belajar. Bahwa kasih sayang adalah hal yang paling utama dalam kehidupan kita. Makanya rasul Paulus mengajarkan kepada kita. “Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.




0 views

LC Intan II. Gang IV. no 1. Denpasar-Bali 80239

081337495094

©2018 by Paulus Wiratno. Proudly created with Wix.com