• Paulus Wiratno

JANGAN ASAL COMOT TEMAN HIDUP

Wajah tuan Ahab kelihatan murung dalam beberapa hari. Makan tidak enak tidurpun tidak nyenyak. Senyum di wajahnya sirna dan tempat tidur terasa seperti padang gurun. Sebagai istri, nyonya Izebel langsung penasaran ‘ada apa gerangan, raut mula tuan raja seperti pepaya muda?’ Tanpa pikir panjang, tuan Ahab langsung membeberkan kejengkelan hatinya. “Nabot itu kurang ajar, dia tidak mau menjual kebun anggur dibsebelah istana. Padahal saya sudah kasih harga tertinggi. Saya tawarkan untuk tukar guling juga ditolaknya. Dia tidak tahu dengan siapa dia sedang berperkara. Harga diri saya diinjak injak olehnya.”


Tanpa pikir panjang nyonya Isebel langsung mengambil alih pembicaraan. “Biarkan aku yang tutun tangan”. Wanita Sidon ini terkenal sebagai wanita ‘berdarah dingin’. Hatinya dukuasai oleh niat jahat, dan bisa menghalalkan segala macam cara untuk mendapatkan kemauannya.


Setelah putar otak, dia panggil preman istana intuk memfitnah Nabot. Fitnah itu berbuntut hukuman mati buat Nabot. Setelah berhasil menghabisi nyawa Nabot, nyonya Izebel dengan bangganya datang kepada sang suami “Sayangku Baginda Ahab, urusan Nabot sudah beres, besok pagi kebun anggur sudah menjadi milik kita tanpa transaksi uang satu senpun. maka berbanggalah tuan karena punya istri yang cekatan dan serba bisa.” Sambil memeluk suaminya, Izebel ingin menunjukan betapa hebat dirinya.


Sayang sekali, Izebel tidak menyadari bahwa kejahatan dan kelicikan hatinya dilihat oleh para malaikat dari Sorga. Izebel tidak tahu kalau hutang darah harus dibalas dengan darah. “Utang pati saur pati, utang nyowo saur nyowo.” Selama ini dia tidak pernah mendapatkan siraman rohani tentang hukum tabur tuai. Mungkin dewa Baal tidak pernah memberikan pewahyuan seperti Allahnya orang Israel.

Esok pagi tuan Ahab jalan jalan mengelilingi kebun anggur Nabot yang sudah menjadi miliknya. Sambil tersenyum lebar, ia mulai merancang untuk membangun villa super mewah, kolam renang dan tempat barberque. Dalam hati dia begitr bangga punya istri yang serba bisa. Namun hatinya kaget saat seorang nabi datang kepadanya dan memberikan kecaman dan hukuman atau kelakuan istrinya.


“Katakanlah kepadanya, demikian: Beginilah firman TUHAN: Engkau telah membunuh serta merampas juga! Katakan pula kepadanya: Beginilah firman TUHAN: Di tempat anjing telah menjilat darah Nabot, di situ jugalah anjing akan menjilat darahmu." Kata Ahab kepada Elia: "Sekarang engkau mendapat aku, hai musuhku?" Jawabnya: "Memang sekarang aku mendapat engkau, karena engkau sudah memperbudak diri dengan melakukan apa yang jahat di mata TUHAN.”


Seorang pemimpin tidak boleh main kuasa, suka ngambek dan serakah. Seorang pemimpin harus bisa mengontrol prilaku dan tidak membiarkan nafsunya mengontrol dirinya. Seorang pemimpin harus bisa memanage keinginan, bukan dikuasai oleh keinginan. Seorang pemimpin harus waspada, jangan biarkan istri mengeksekisi keputusan tanpa sepengetahuan dirinya. Apalagi jika kebutusan itu menyangkut hidup mati dan reputasi suaminya. Sayang seribu kali sayang, nasi sudah jadi bubur. Ahab harus terima nasib, ia mati seperti nubuatan sang nabi, darahnya dijilati anjing dan anak cucunya hilang dari daftar kerajaan. Kejahatan seorang istri harus ditanggung oleh suami dan keturunannya. Be careful....watch your lives.





148 views

Recent Posts

See All

BELAJAR DARI LAYANG LAYANG

Kelihatannya sederhana namun kaya dengan makna. Hampir semua orang tahu mainan layang layang, namun tidak semua pernah memainkannya. Waktu masih kecil, itulah mainan unggulan di musim kemarau. Saya se

AKU KUAT KARENA FIRMAN

Seorang janda dengan tujuh anak mengakui betapa besar berkat yang ia terima lewat pelayanan Radio Suara Kasih Papua. "Hidup ini terasa sangat berat setelah suami saya meninggal dunia. Saya tidak tahu

LC Intan II. Gang IV. no 1. Denpasar-Bali 80239

081337495094

©2018 by Paulus Wiratno. Proudly created with Wix.com