• Paulus Wiratno

WASPADA BOSAN HIDUP

Nabi Ayub almarhum, pernah mengalami ‘bosan hidup’. Berkali kali curhat , ia punya niat angin mati. Kesabarannya sudah sampai diujung batas. Ia tidak sanggup lagi menerima realita yang ada. Kehilangan harta, anak, kesehatan dan kepercayaan itu sangat menyakitkan. Belum lagi derita pengkhianatan ditinggalkan oleh para sahabat. Ia pernah curhat karena menderita ‘sakit hati’. Setiap hari mendengar kata kata yang menyakitkan. Tuduhan yang sangat tidak beraalasan. Semuanya berakumulasi menjadi depresi berat yang membuatnya mengutuki hari kelahirannya.


Bosan hidup adalah tanda kehilangan tujuan hidup. Musibah yang datang silih berganti bisa membunuh harapan dan gairah kehidupan. Pikiran menjadi ruwet, cupet, bahkan bisa macet. Sinar wajah meredup, gairah hidup menghilang. Yang tinggal hanyalah penyesalan dan kemarahan. Marah dengan keadaan, diri sendiri bahkan marah dengan Tuhan. Waspadai hati saat hidup menemui kesulitan yang bertubi tubi.


Bersyukurlah, nabi Ayub masih punya kekuatan yang tersisa. Meski sempat marah dengan Tuhan, namun ia masih menaruh kepercayaan kepada kebenaran dan keadilan Tuhan. ‘Aku lahir dengan telanjang dan kembali dengan telanjang. Tuhan yang memberi Tuhan yang mengambil. Terpujilah nama Tuhan’. Mampukah anak manusia memuji saat hidupnya sedang diuji? Ayub melakukannya, maka siapapun yang masih punya iman, akan diberi kekuatan untuk bertahan menghadapi penderitaan.


Anda boleh kehilangan harta, tahta, permata atau orang orang yang anda cintai, namun jangan sampai kehilangan iman kepada Allah. Anda boleh marah dengan keadaan, orang atau bahkan diri sendiri tetapi jangan pernah menyalahkan Tuhan. Jika kenyataan tidak sesuai dengan harapan, tidak berarti Tuhan mengubah janji kesetiaan. Jika doa belum terjawab, bukan karena Tuhan tidak mendengar. Semua ada waktunya. Cara Allah memandang persoalan berbeda dengan cara kita. Di dalam kasih karunia-Nya semua akan menjadi indah. Buktinya, nabi Ayub dipulihkan kesehatannya, hartanya dan persahabatannya. Dalam waktu-Nya.


0 views

LC Intan II. Gang IV. no 1. Denpasar-Bali 80239

081337495094

©2018 by Paulus Wiratno. Proudly created with Wix.com